Saturday, September 30, 2017

Setelah Nokia 3, 5, dan 6, Ponsel Premium Nokia 8 Siap Masuk Indonesia

Noki 8. Foto : Ist
HMD Global selaku pemegang lisensi merek Nokia, telah memasuki pasar Indonesia dengan terlebih dahulu merilis ponsel seri Nokia 3 yang bakal dijual pada awal Oktober. Di akhir bulan itu, HMD Global juga akan menjual Nokia 5 dan Nokia 6 di Indonesia.
Ketiga ponsel ini bakal meramaikan pertarungan ponsel pintar kelas menengah ke bawah di Indonesia. Tetapi HMD Global tidak puas diri dengan itu, karena mereka berjanji akan merilis ponsel premium di Indonesia.
Dalam acara jumpa pers di Jakarta, Kamis (28/9), sejumlah jurnalis menanyakan kapan ponsel premium Nokia 8 akan masuk ke Indonesia? Pertanyaan ini kemudian ditanggapi Affancik Hamim, Business Manager HMD Global Indonesia, yang berkata bahwa ponsel itu sepertinya bakal diluncurkan di Bali.
"Seperti yang kita umumkan di Bali. Nokia akan ada di Indonesia tapi untuk waktunya kapan belum bisa dipastikan. Ya, pasti datang," ujarnya mengacu pada Nokia 8.
Nokia 8 sendiri adalah ponsel flagship HMD Global saat ini yang memakai soesifikasi kelas tinggi. Ia mencoba memberi daya tarik dari sisi kamera.

Kamera Ganda dan Fitur Bothie
Nokia 8 jadi ponsel Android pertama HMD Global yang memakai optik Carl Zeiss di kamera depan dan belakang. Hal menarik lain, ini juga ponsel Android Nokia perdana yang pakai kamera ganda di belakang, keduanya beresolusi 13 megapixel. Resolusi yang sama juga diterapkan pada kamera depan. 
Pada aplikasi kamera Nokia, HMD menambahkan sebuah fitur rekam yang disebut bothie. Fitur ini mengaktifkan kamera depan dan belakang untuk mengambil video ataupun foto. Fitur ini kurang lebih sudah pernah dibuat oleh Samsung dan LG. 
Yang sedikit berbeda, video yang direkam dengan fitur bothie tersebut dimungkinkan untuk disiarkan ke Facebook atau YouTube, melalui sebuah pengaturan di aplikasi kamera.
Dengan cara seperti ini tampaknya HMD menargetkan Nokia 8 dipakai oleh konsumen yang gemar melakukan live streaming dengan kamera ponsel. 
Proses perekaman juga diperkuat oleh kemampuan fitur Nokia Ozo Audio untuk menangkap suara secara 360 derajat sehingga membuat audio yang terekam lebih nyata. Nokia Ozo Audio ini diklaim dapat merekam suara lebih baik ketimbang kemampuan rekam stereo.
Sementara dari sisi spesifikasi, Nokia 8 didesain dengan layar seluas 5,3 inci resolusi 2560 x 1440 pixel, dan didukung oleh mesin prosesor Qualcomm Snapdragon 835, RAM 4GB, dan penyimpanan 64 GB.
HMD Global tetap mempertahankan desain dengan tepi layar yang agak besar serta tombol kapasitif di depan, walaupun tren desain ponsel saat ini adalah membuat tepi yang sangat-sangat tipis serta tanpa tombol kapasitif.
Di Eropa, ponsel ini dibanderol setara 705 dolar AS atau sekitar Rp 9,4 juta mulai September 2017. Tetapi untuk harga setinggi itu, HMD tampakya melupa sejumlah fitur umum lain di ponsel premium, seperti kemampuan tahan air dan debu serta fitur pengisian daya nirkabel.
Dengan kemampuan seperti demikian, berapa harga yang pantas untuk Nokia 8?

Sumber : kumparan


EmoticonEmoticon